Jumat, 01 Februari 2013

MAKALAH KESEHATAN REPRODUKSI TENTANG KELAINAN SEKSUAL


DI  SUSUN OLEH :

ELIS  ALIYANAH         (095100005)
IRFAN FIRDAUS          (095100010)
MUHAMAD HERI         (095100018)


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PRODI KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS RESPATI INDONESIA
2012
KATA  PENGGANTAR

Dengan bekal materi yang kami cari dari internet tugas makalah kesehatan reproduksi ini dapat diselesaikan. Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH swt yang telah melimpahkan nikmat dan anugrah nya kepada kami untuk membuat makalah tugas ini dengan sebaik mungkin atas dukungan dari dosen kami yaitu ibu Sri Maryani SKM M.Kes yang menjadi pembimbing kami dalam mata kuliah kesehatan reproduksi yang menjelaskan tentang kelainan seksual terhadap kesehatan reproduksi. Saya harap makalah ini dapat berguna suatu saat dalam pembelajaran masa depan kami kelak. Amin
Untuk itu apabila ada kesalahan atas makalah yang kami buat ini kami mohon maaf, tetapi kami sangat optimis makalah ini dapat membantu menjelaskan tentang salah satu penyakit akibat kelainan seksual. Sekian dan terima kasih hanya ini yang dapat kami ucapkan sebagai bagian dari tugas kesehatan reproduksi ini saya undur diri. Wassalamu’alaikum Wr.Wb




                                                                                                                   Penulis,









BAB I
PENDAHULUAN


Dewasa ini banyak sekali penyakit baru yang timbul yang penyebab kemunculannya sangat beragam. Tidak semua penyakit disebabkan oleh virus, bakteri, kuman, atau penyebab lain yang berasal dari lingkunngan luar tubuh kita. Namun banyak juga kasus pesakitan yang timbul karena faktor keturunan yang disebabkan oleh gen pembawa. Gen pembawa ini sebenarnya tidak akan berpengaruh begitu besar jika kita hidup dengan pola hidup sehat.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh pergaulan. Penyakit ini menyerang batin atau kejiwaan seseorang dan erat hubungannya dengan perilaku seksual yang menyimpang, dan dapat menimpa pada semua orang. Penyakit ini disebut sebagai penyakit kelainan seksual. Banyak macam bentuk penyakit kelainan seksual yang terjadi di dunia ini. Dan dampak terhadap kehidupan sosialnya juga sangat beragam.
Kelainan seksual nama lainnya adalah homoseksualitas yaitu rasa ketertarikan romantic dan atau seksual atau perilaku antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama. Sebagai orientasi seksual, homoseksualitas mengacu kepada "pola berkelanjutan atau disposisi untuk pengalaman seksual, kasih sayang, atau ketertarikan romantis" terutama atau secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin sama, "Homoseksualitas juga mengacu pada pandangan individu tentang identitas pribadi dan sosial berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi, dan keanggotaan dalam komunitas lainnya itu. Homoseksualitas adalah salah satu dari tiga kategori utama orientasi seksual, bersama dengan biseksualitas dan heteroseksualitas, dalam kontinum heteroseksual-homoseksual gangguan atau kelainan seksual yang ditandai dengan  keinginan  untuk melakukan hubungan seksual yang  diluar batas. Sehingga keinginan seks sulit dan bahkan tidak bisa dikendalikan.








BAB II
PEMBAHASAN

Penyimpangan Perilaku Seksual
Manusia itu diciptakan Tuhan sebagai makhkluk sempurna, sehingga mampu mencintai dirinya (autoerotik), mencintai orang lain beda jenis (heteroseksual) namun juga yang sejenis (homoseksual) bahkan dapat jatuh cinta makhluk lain ataupun benda, sehingga kemungkinan terjadi perilaku menyimpang dalam perilaku seksual amat banyak .
Manusia walaupun diciptakannya sempurna namun ada keterbatasan, misalnya manusia itu satu-satunya makhluk yang mulut dan hidungnya tidak mampu menyentuh genetalianya. Hal itu sangat berbeda dengan hewan, hampir semua hewan mampu mencium dan menjilat genetalianya, kecuali Barnobus (sejenis Gorilla) yang sulit mencium genetalianya. Barnobus satu-satunya jenis apes (monyet) yang bila bercinta menatap muka pasangannya, sama dengan manusia. Kelainan seks terjadi pada batin atau kejiwaan seseorang walaupuan dari segi fisik penderita penyakit seks batin tersebut sama dengan orang-orang normal yang lain.
Bentuk-bentuk penyimpangan seksual tersebut tidak selamanya ditolak oleh lingkungan masyarakat di sekitarnya. Ada wilayah-wilayah yang melegalkan ketidaknormalan aktivitas seksual yang terjadi dan ada pula yang malakukan penolakan secara tegas setiap bentuk kelainan seksual.


2.1 Macam - Macam Penyimpangan Seksual
Penyimpangan seksual adalah aktivitas seksual yang ditempuh seseorang untuk mendapatkan kenikmatan seksual dengan tidak sewajarnya. Penyebab terjadinya kelainan ini bersifat psikologis atau kejiwaan, seperti pengalaman sewaktu kecil, dari lingkungan pergaulan, dan faktor genetik. Berikut ini macam-macam bentuk penyimpangan seksual:

1. Homoseksual
Homoseksual adalah kelainan seksual berupa disorientasi pasangan seksualnya. Disebut gay bila penderitanya laki-laki dan lesbi untuk penderita perempuan.
2. Sadomasokisme
Dalam hal ini kepuasan seksual diperoleh bila mereka melakukan hubungan seksual dengan terlebih dahulu menyakiti atau menyiksa pasangannya. Sedangkan masokisme seksual merupakan kebalikan dari sadisme seksual. Seseorang dengan sengaja membiarkan dirinya disakiti atau disiksa untuk memperoleh kepuasan seksual.

3. Ekshibisionisme
Penderita ekshibisionisme akan memperoleh kepuasan seksualnya dengan memperlihatkan alat kelamin mereka kepada orang lain yang sesuai dengan kehendaknya. Kondisi begini sering diderita pria, dengan memperlihatkan penisnya yang dilanjutkan dengan masturbasi hingga ejakulasi.

4. Voyeurisme
Istilah voyeurisme (disebut juga scoptophilia) berasal dari bahasa Prancis yakni vayeur yang artinya mengintip. Penderita kelainan ini akan memperoleh kepuasan seksual dengan cara mengintip atau melihat orang lain yang sedang telanjang, mandi atau bahkan berhubungan seksual. Ejakuasinya dilakukan dengan cara bermasturbasi setelah atau selama mengintip atau melihat korbannya. Dengan kata lain, kegiatan mengintip atau melihat tadi merupakan rangsangan seksual bagi penderita untuk memperoleh kepuasan seksual.

5. Fetishisme
Fatishi berarti sesuatu yang dipuja. Jadi pada penderita fetishisme, aktivitas seksualnya disalurkan melalui bermasturbasi dengan BH (breast holder), celana dalam, kaos kaki, atau benda lain yang dapat meningkatkan hasrat atau dorongan seksual. Sehingga, orang tersebut mengalami ejakulasi dan mendapatkan kepuasan.

6. Pedophilia / Pedophil / Pedofilia / pedofil
Adalah orang dewasa yang yang suka melakukan hubungan seks atau kontak fisik yang merangsang dengan anak di bawah umur.


7. Bestially
Bestially adalah manusia yang suka melakukan hubungan seks dengan binatang seperti kambing, kerbau, sapi, kuda, ayam, bebek, anjing, kucing, dan lain sebagainya.

8. Incest
Adalah hubungan seks dengan sesama anggota keluarga sendiri non suami istri seperti antara ayah dan anak perempuan dan ibu dengna anak cowok

9. Necrophilia / Necrofil
Adalah orang yang suka melakukan hubungan seks dengan orang yang sudah menjadi mayat atau orang mati.

10. Zoophilia
Zoofilia adalah orang yang senang dan terangsang melihat hewan melakukan hubungan seks dengan hewan.

11. Sodomi
Sodomi adalah pria yang suka berhubungan seks melalui dubur pasangan seks baik pasangan sesama jenis (homo) maupun dengan pasangan perempuan.

12. Frotteurisme / Frotteuris
Yaitu suatu bentuk kelainan sexual di mana seseorang laki-laki mendapatkan kepuasan seks dengan jalan menggesek-gesek atau menggosok-gosok alat kelaminnya ke tubuh perempuan di tempat public atau umum seperti di kereta, pesawat, bis, dll.

13. Gerontopilia
Gerontopilia adalah suatu perilaku penyimpangan seksual dimana sang pelaku jatuh cinta dan mencari kepuasan seksual kepada orang yang sudah berusia lanjut.
Keluhan awalnya adalah merasa impoten bila menghadapi istri atau suami sebagai pasangan hidupnya, karena merasa tidak tertarik lagi . Gairah seksualnya kepada pasangan yang sebenarnya justru bisa bangkit lagi jika ia telah bertemu dengan idamannya (kakek/nenek).

14. Wanita Pria / Waria
Gejala waria adalah bagian dari aspek sosial transgenderisme . Seorang laki-laki memilih menjadi waria dapat terkait dengan kondisi biologisnya hermafroditisme , orientasi seksual homoseksualitas , maupun akibat pengondisian lingkungan pergaulan. Sebutan bencong atau banci juga berlaku terhadap waria dan bersifat negatif.

Adapun Kategori Perilaku Seksual yang Menyimpang, Perilaku seksual yang menyimpang dapat dilihat dari tiga kategori:
1. Dari cara penyaluran dorongan seksualnya:
Masochisme X sadisme : Mendapatkan kepuasan dengan siksaan secara fisik atau mental, Eksibitionisme : Mendapatkan kepuasan seks dengan memperlihatkan alat kelaminnya kepada orang lain, Scoptophilia : Mendapatkan kepuasan seks dari melihat aktivitas seksual, Yoyeurisme : Mendapatkan kepuasan seks dengan melihat orang telanjang, Troilisme : Perilaku seks yang membagi partner seksual dengan orang lain sementara orang lain menonton. Biasanya pasangan yang melakukan aktivitas seksual pada waktu dan tempat yang sama sehingga bisa saling menonton, Transvestisme : Mendapatkan kepuasan seks dengan memakai pakaian dari lawan jenisnya, Seksualoralisme : Mendapatkan kepuasan seks dari aplikasi mulut pada genitilia partnernya, Sodomi atau seksual analisme : Mendapatkan kepuasan seks dengan melakukan hubungan seksual melalui anus.

2. Dari orientasi atau sasaran seksual yang menyimpang
Pedophilia merupakan Seseorang yang dewasa mendapat kepuasan seks dari hubungan dengan anak-anak, Bestiality seperti Mendapatkan kepuasan seks dari hubungan dengan binatang, zoophilia yaitu Mendapatkan kepuasan dengan melihat aktivitas seksual dari binatang, Necriphilia adalah Mendapatkan kepuasan seks dengan melihat mayat, coitus dengan mayat, Pornography seperti Mendapatkan kepuasan seks dengan melihat gambar porno lebih terpenuhi dibandingkan dengan hubungan seksual yang normal, Fetishisme : Pemenuhan dorongan seksual melalui pakaian dalam lawan jenis, Frottage : Mendapatkan kepuasan seks dengan meraba orang yang disenangi dan biasanya orang tersebut tidak mengetahuinya, Saliromania : biasanya pada pria yang mendapatkan kepuasan seks dengan mengganggu atau mengotori badan atau pakaian dari partnernya, Gerontoseksuality : Seorang pemuda lebih senang melakukan hubungan seks dengan perempuan yang berusia lanjut, Incest : Hubungan seksual yang dilakukan antara dua orang yang masih satu darah, Obscentity : Mendapatkan kepuasan seks dengan mendengarkan kata atau gerak gerik dan gambar yang dianggap menjijikkan, Mysophilia, coprophilia dan Urophilia yaitu Senang pada kotoran, faeces dan urine, Masturbasi sepeti Mendapatkan kepuasan seks dengan merangsang genitalnya sendiri.

3. Dilihat dari tingkat penyimpangan, keinginan, dan kekuatan dorongan seksual seperti Nymphomania : Seorang wanita yang memiliki keinginan seks yang luar biasa atau yang harus terpenuhi tanpa melihat akibatnya, Satriasis : Keinginan seksual yang luar biasa dari seorang pria, Promiscuity dan prostitusi : Mengadakan hubungan seksual dengan banyak orang, Perkosaan : Mendapatkan kepuasan seksual dengan cara paksa.

2.2  Gangguan  Seksual
Beberapa gangguan seksual bisa berhubungan dengan penyimpangan perilaku seksual, yaitu:
1.Ganguan identitas jenis
2. Parafilia (deviasi seks)
3. Disfungsi psikoseksual
4. Ganguan seksula pada remaja
Adapun ciri-ciri kelainan seksual, seperti apakah ciri-ciri orang yang mengalami kelainan hiperseks. Sebagai berukut ciri-cirinya :
  1. Tidak ada rasa puas saat berhubungan seks, walaupun ia sudah mengalami orgasme. Inilah terkadang yang membuat pria hiperseks tak puas dengan satu wanita.
  2. Hasrat seks tidak bisa ditunda.
  3. Tidak bisa mengontrol keinginan seks.
  4. Mempunyai kesukaan yang berlebihan dengan hal-hal yang berhubungan dengan seks

Agar tehindar dari dari penderitaan hiperseks hindari kebiasaan yang kurang benar, seperti terlalu sering nonton filem porno yang mempertontonkan adegan yang sex yang menunjukkan lokon yang lama serta filem-filem menyimpang lainnya. hindari juga minum obat kuat seks yang diluar batas wajar. atau bila ingin puas, standarnya hubungan dilakukan selama 30 menit.

2.3  Dampak  Varian  Seksual
Dampak yang ditimbulkan dari penyakit kelainan seksual itu tersebut adalah
  • Misalnya seks bebas, jika kita sering melaakukan hal tersebut pada ke sembarang orang atau siapapun kita akan terkena penyakit aids.
  • Dampak dari gay atau homoseksual itu bermacam-macam contoh yang umum adalah penyakit yang didapat cukup beragam. Zoophilia adalah seorang yangg memiliki kelainan, mereka merasa bergairah untuk melakukan seks dengan binatang, hal ini akan menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan manusia atau keduanya.
  • Penyakit menular seksual contohnya akan muncul dari dampak kelainan seksual karena melalui hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan baik melalui vagina, oral, maupun anal ataupun berbagai perilaku seks menyimpang dapat menyebabkan infeksi terhadap alat reproduksi. Kebanyakan penyakit menular seksual membahayakan organ-organ reproduksi, pada wanita dapat menghancurkan dinding vagina atau leher Rahim biasanya tanpa tanda-tanda infeksi pada pria akan terinfeksi lebih dulu adalah saluran air kencing.
Adapun pencegahan gangguan fungsi seksual seperti :
  1. Slalu ingat bahwa kehidupan seksual adalah milik bersama dan dibina bersama pasangan.
  2. Bersikap dan bicaralah secara terbuka apa adanya
  3. Jaga kesehatan tubuh dan jiwa
  4. Hindari gaya hidup tidak sehat, misalnya rokok, stres, kurang tidur, pola makan tidak baik dan tidak olahraga.
  5. Jangan tergoda untuk menggunakan obat atau ramuan yang tidak jelas isi dan indikasinya
  6. Jagalah keseimbangan antara kesibukan dan rileksasi
  7. Slalu usahakan untuk memiliki waktu khusus hanya berdua bersama pasangan
  8. Jangan melakukan hubungan seksual sebagai hal rutin.


2.4  Gangguan dan Kelainan Organ Reproduksi

Seperti halnya organ lain, organ reproduksi manusia juga dapat mengalami gangguan atau kelainan. Gangguan atau kelainan pada organ reproduksi dapat mempengaruhi kesuburan (fertilitas) seseorang. Apabila gangguan kesuburan seseorang menyebabkan terjadinya ketidakhamilan walau tanpa alat kontrasepsi selama satu tahun, maka kondisi ini dapat disebut sebagai kemandulan (sterilitas). Sterilitas pada seorang pria dapat disebabkan oleh terjadinya kelainan struktur dan fungsi organ reproduksi, kelainan sistem hormonal, gangguan peredaran darah pada alat reproduksi, infeksi pada saluran reproduksi serta faktor imunologi. Sementara itu, sterilitas pada seorang wanita dapat disebabkan oleh kegagalan pelepasan sel telur, infeksi, atau kelainan pada saluran telur, serta faktor-faktor lain.
Selain sterilitas, gangguan maupun kelainan organ reproduksi dapat juga ditunjukkan dengan terjadinya keguguran yang berulang kali. Apabila kedua hal tersebut terjadi, maka seorang pria dan wanita perlu melakukan pemeriksaan ACAdan infeksi TORCH. Pemeriksaan ACA yaitu pemeriksaan kadar antikardiolipin antibodi dalam darah. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kadar ACA, karena kadar ACA yang tinggi dapat menyulitkan perlekatan hasil pembuahan sel telur di dinding rahim serta mengganggu perkembangan janin sehingga sering terjadi keguguran.
Sementara itu, infeksi TORCH merupakan infeksi multiorganisme parasit Toxoplasma gondii, virus Rubella, Sitomegalo, Herpes simplex, dan bakteri Clamidia. Infeksi ini bisa menyebabkan kematian janin maupun cacat bawaan pada bayi.
Melihat berbagai gangguan dan kelainan yang sering terjadi pada sistem reproduksi, maka para ahli bidang biologi dan kedokteran mencetuskan suatu teknologi dalam sistem reproduksi.

2.5  Upayah kesehatan masyarakatnya
Upaya pada kesehatan bisa bersifat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat ( promotif ), pencegahan atau meminimalisasi potensi resiko ( preventif ), pengobatan ( kuratif ) dan pemulihan atau optimalisasi fungsi ( rehabilitatif ).
Secara umum secara umum kesehatan masyarakat itu mencakup 4 aspek, yaitu promotif, preventif, kuratif, rehabilitative.


Kegiatannya yang dilakukan dapat berupa :
Kuratif  adalah  upaya menyembuhkan seseorang dari suatu penyakit yang dideritanya, dapat dilakukan seperti memberikan pengobatan kepada pasien kelainan seksual atau berbagai usaha pengobatan penyakit yang muncul akibat kelainan seksual seperti penyakit menular seksual.
Preventif atau pencegahan suatu kegiatan yang mencegah jangan sampai terkena penyakit dari kelainan seksual. Menjaga orang yang sehat agar tetap sehat diarahkan pada lingkungan hidup dan gaya hidup manusia dengan tujuan memperkecil peluang terjadinya gangguan kesehatan atau sikap dan perilaku mencerminkan kelainan seksual.
Promotif dalam promosi kesehatan suatu proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara daan meningkatkan kesehatannya selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Bentuk upaya pencegahannya berupa :  
  1. Pencegahan primer yang terdiri dari promosi kesehatan tentang seks education dan pencegahan khusus tentang penting halnya mengetahui hubungan seksual dirinya sendiri jangan sampai disalah gunakan, meningkatkan perlindungan khusus untuk dirinya jangan sampai mencerminkan sikap dan tingkahlaku yang aneh atau sikap bukan khodratnya untuk sewajarnya tingkahlaku perempuan atau laki-laki menjaga identitas dirinya sebaik mungkin dan harus percaya diri bahwa ia dilahirkan dengan begitu sempurna jadi bisa bersyukur atas nikmat-Nya.
  2. Pencegahan sekunder yang terdiri dari diagnosa dini, mengetahui sejauh mana rasa seksualitas anda yang berpengaruh, pengobatan segera apabila ada kelainan-kelainan aneh atau ada daya tarik terhadap sesama  satu jenis kelamin itu perlu diperhatikan  jangan sampai menganggap hal itu sepele, mengalami perilaku yang agak menyimpang terhadap diri anda sendiri misalnya berprilaku menyimpang bukan sesuai kehidupan biasanya contonya perempuan bersikaplah seperti biasanya perempuan yang lain dengan sikap yang lebih tenang kebanding laki-laki yang Nampak bersikap lebih kuat. Kelainan seksual harus dicegah apabila mulai adanya tanda-tanda bahwa penyakit yang mulai muncul seperti penyakit menular seksual dengan pengobatan setepat-tepatnya dan  jangan sampai menularkan penyakitnya keorang lain.
  3. Pencegahan tersier yang merupakan kegiatan rehabilitasi terhadap perilaku adanya kelainan seksual. Usaha ini dilakukan  agar penderita kelainannya itu tidak menjadi hambatan sehingga pasien dapat berfungsi optimal secara fisik, mental dan social. Mengusahakan sebaik mungkin kehidupannya agar tidak  jadi penghalang. Dengan cara bimbingan kejiwaan dari sipasien kelainan seksualitas itu sendiri.
Dalam pendekatan ilmu kesehatan terkini kita menghadapi seseorang yang mengalami kelainan seksual harus secara halus mengenali dan mengajaknya kompromi agar dapat terjadi komunikasi atau kerjasama antar para hiperseksual, homoseksual atau jenis-jenis penyandang kelainan seksual lainnya, apabila ada komunikasi antar petugas kesehatan, sebagai petugas kesehatan kita akan tahu apa yang dialami para penderita kelainan seksual itu lewat cerita dan peristiwa realitanya dengan jelas. Dengan konseling dapat mempernyaman penderita dan kita sebagai petugas kesehatan akan membantu memecahkan masalah sekaligus pengobatan untuk para penyandang kelainan seksual.
Dewasa ini banyak sekali orang penyandang penyakit yang diakibatkan oleh kelainan seksual tidak terlihat seperti orang kehilangan akal sehat mereka tampak sehat dan seperti orang-orang lain kebanyakan yang penampilannya sederhana tapi perilaku mereka yang membedakan, perilaku yang beberapa menyimpang hingga perilaku yang menonjol apabila mereka merasakan dimana keadaan yang mereka rasakan terjadi. Contohnya seperti homoseksual kehidupan sehari-harinya terjadi seperti orangg-orang kebanyakan mereka akan terlihat perilaku menyimpangnya ketika seorang pria melihat sejenisnya laki-laki yang amat tampan menurut persi mereka dan kemudian sihomo itu akan merasa terangsang nalurinya ingin melakukan hubungan seksual itu menandakan seseorang yang homoseksual dengan kata lain orang itu menderita kelainan seksual.
Didalam lingkungan sekitar kita mungkin ada penderita kelainan seksual macam-macamnya seperti apa yang dijelaskan dalam makalah ini, sebagai petugas kesehatan kita harus peka terhadap apa yang terjadi dalam lingkungan kita dengan ilmu pengetahuan yang modern semua itu bisa saja terjadi karena adanya perilaku yang menyimpang, pergaulan bebas, dan banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kelainan seksual itu sendiri.
Salah satu yang mujarab perlu diperhatikan untuk tidak terjerebab dalam garis hitam seperti terjadinya kelainan seksual ini harus antisipasi dalam pergaulan bebas, lebih mendekatkan diri pada yang maha kuasa karena bisa mempengaruhi apabila iman kita tidak kuat mungkin saja kita bisa terpengaruh dan masuk pada pergaulan bebas, bagi yang sudah mempunyai pasangan hidup sebainya setia pada pasangan anda setiap manusia diciptakan oleh yang maha kuasa berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan untuk memperpanjang hidupnya dan berproduksi dengan sebaik mungkin.







BAB III
KESIMPULAN

Penyakit ini menyerang batin atau kejiwaan seseorang dan erat hubungannya dengan perilaku seksual yang menyimpang, dan dapat menimpa pada semua orang. Penyakit ini disebut sebagai penyakit kelainan seksual. Banyak macam bentuk penyakit kelainan seksual yang terjadi di dunia ini. Dan dampak terhadap kehidupan sosialnya juga sangat beragam. Kelainan seksual nama lainnya adalah homoseksualitas yaitu rasa ketertarikan romantic dan atau seksual atau perilaku antara individu berjenis kelamin atau gender yang sama. Sebagai orientasi seksual, homoseksualitas mengacu kepada pola berkelanjutan atau disposisi untuk pengalaman seksual, kasih sayang, atau ketertarikan romantis terutama atau secara eksklusif pada orang dari jenis kelamin sama, Homoseksualitas juga mengacu pada pandangan individu tentang identitas pribadi dan sosial berdasarkan pada ketertarikan, perilaku ekspresi, dan keanggotaan dalam komunitas lainnya itu. Homoseksualitas adalah salah satu dari tiga kategori utama orientasi seksual, bersama dengan biseksualitas dan heteroseksualitas, dalam kontinum heteroseksual-homoseksual gangguan atau kelainan seksual yang ditandai dengan  keinginan  untuk melakukan hubungan seksual yang  diluar batas. Sehingga keinginan seks sulit dan bahkan tidak bisa dikendalikan. Dampak yang ditimbulkan dari penyakit kelainan seksual itu tersebut Misalnya seks bebas, jika kita sering melaakukan hal tersebut pada ke sembarang orang atau siapapun kita akan terkena penyakit aids.
Penyakit juga dapat disebabkan oleh pergaulan. Penyakit ini menyerang batin atau kejiwaan seseorang dan erat hubungannya dengan perilaku seksual yang menyimpang, serta dapat menimpa pada semua orang. Penyakit ini disebut sebagai penyakit kelainan seksual. Banyak macam bentuk penyakit kelainan seksual yang terjadi di dunia ini. Dan dampak terhadap kehidupan sosialnya juga sangat beragam. Didalam lingkungan sekitar kita mungkin ada penderita kelainan seksual macam-macamnya seperti apa yang dijelaskan dalam makalah ini, Upaya pada kesehatan bisa bersifat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat ( promotif ), pencegahan atau meminimalisasi potensi resiko ( preventif ), pengobatan ( kuratif ) dan pemulihan atau optimalisasi fungsi ( rehabilitatif ). sebagai petugas kesehatan kita harus peka terhadap apa yang terjadi dalam lingkungan kita dengan ilmu pengetahuan yang modern semua itu bisa saja terjadi karena adanya perilaku yang menyimpang, pergaulan bebas, dan banyak faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kelainan seksual itu sendiri.



DAFTAR PUSTAKA

http://episentrum.com/search/dampak% 20dari% 20penyakit% 20kelainan% 20seksual

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar